“Kita bermitra dengan kawan-kawan kita, saudara-saudara kita dari Tiongkok. Kita bisa bekerja sama dengan program yang menurut saya ini termasuk bisa dikatakan kolosal, bisa dikatakan terobosan luar biasa. Dari sini kita bisa menghasilkan energi terbarukan dan ramah lingkungan yang dicita-citakan seluruh dunia,” tambahnya.
Presiden pun menilai proyek yang baru diresmikan ini akan memperkuat kemandirian nasional dalam sektor mineral strategis, terutama dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan optimismenya bahwa Indonesia tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapai swasembada energi.
Ia merujuk hitungan para pakar yang meyakinkan bahwa target besar ini bisa diwujudkan dalam lima tahun, atau paling lambat tujuh tahun.
“Saya diberitahu oleh para pakar bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi dan hitungan saya tidak lama, tidak lama. Lima tahun paling melambat enam tahun, tujuh (tahun) kita bisa swasembada energi,” kata Presiden.
Kepala Negara menjelaskan bahwa kunci penting menuju kemandirian energi ada pada teknologi panel surya yang memerlukan sokongan kuat dari industri baterai nasional.
Ia pun menilai proyek baterai yang dimulai hari itu menjadi fondasi awal untuk menopang kebutuhan energi terbarukan skala besar di Tanah Air.
“Hari ini tadi laporannya menghasilkan 15 gigawat Kita butuh, kalau tidak salah para pakar laporan ke saya untuk benar-benar mandiri kita perlu mungkin 100 gigawat. Berarti mungkin proyek ini harus dilipatgandakan mungkin. Dan saya percaya bahwa kita mampu untuk melaksanakan itu,” jelas Prabowo.
Discussion about this post