Lapangan ini berhasil menambah kapasitas produksi nasional sebesar 20 ribu barel minyak dan 60 juta standar kaki kubik gas per hari.
Yang membanggakan, seluruh pengerjaan proyek ini dilakukan oleh tenaga profesional dalam negeri.
“Ini bukan hanya pencapaian matematis, bukan pencapaian teknis, tetapi adalah tonggak yang sangat penting dalam upaya kita terus menerus untuk mencapai swasembada energi nasional,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintahnya berpijak pada logika sehat dan keberpihakan pada rakyat.
Ia menyebut bahwa ketergantungan terhadap impor hanya akan menguras sumber daya nasional secara sia-sia.
“Kalau kita tergantung dari impor terus, sumber daya kita sangat besar yang kita keluarkan. Hampir 40 miliar dolar AS tiap tahun yang hal ini bisa sebenarnya, dan seharusnya digunakan untuk membantu rakyat kita di bidang-bidang strategis,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo mendorong kerja sama menyeluruh antara pelaku usaha swasta, BUMN, dan pemerintah pusat maupun daerah.
Ia meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menciptakan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan, termasuk dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.
“Mari kita bekerja sama, kolaborasi pihak swasta dalam negeri, swasta luar negeri, BUMN, pihak pemerintah dari semua tingkatan. Mari kita bekerja semuanya, bersama-sama untuk mencapai tujuan yang kita harus capai,” tutur Presiden.
Dengan penekanan pada kemandirian sebagai jalan menuju kejayaan bangsa, pidato Presiden Prabowo ini menjadi penanda penting arah pembangunan nasional ke depan.(*)















































Discussion about this post