Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya keadilan sosial dalam sistem ekonomi yang dianut Indonesia. Ia menolak mentah-mentah model pembangunan yang mengabaikan rakyat kecil dan menciptakan ketimpangan sosial.
“Perekonomian kita azasnya adalah kekeluargaan. Tidak boleh ada orang yang lapar di republik yang merdeka 80 tahun. Tidak boleh ada keluarga yang tinggal di bawah jembatan. Ini menusuk rasa keadilan,” imbuhnya.
Dalam bagian akhir pidatonya, Presiden menyampaikan rasa bangganya memimpin Indonesia dan tekad kuat untuk mengelola kekayaan bangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat.
“Saya bangga sekarang jadi Presiden Republik Indonesia. Kekayaan kita akan kita kuasai, akan kita kelola untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” tutur Presiden.
Sarasehan Ekonomi 2025 ini menjadi panggung penting bagi pemerintah, kalangan bisnis, serta para ekonom untuk berbagi wawasan dan membahas arah masa depan ekonomi Indonesia.
Selain Presiden, sejumlah pejabat tinggi negara turut memberikan pemaparan mengenai kondisi terkini perekonomian nasional dan strategi kebijakan yang akan diterapkan.
Acara ini turut dihadiri oleh para menteri kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, analis keuangan, hingga tokoh-tokoh strategis dari berbagai sektor yang semuanya memiliki peran penting dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan berkeadilan.(*)
















































Discussion about this post