Salah satu hasil utama dari pertemuan ini adalah undangan resmi bagi Indonesia untuk bergabung dengan NDB. Setelah melalui evaluasi menyeluruh oleh Kementerian Keuangan, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menerima undangan tersebut.
“Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank dan mengikuti prosedur serta persyaratan yang telah diberikan kepada kami,” tegas Presiden Prabowo.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menyatakan optimisme bahwa keanggotaan Indonesia di NDB akan menjadi katalis bagi transformasi pembangunan nasional. “Saya pikir bank pembangunan multilateral yang baru ini dapat menjadi pendorong kuat untuk mempercepat strategi transformasi kita,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden NDB Dilma Rousseff menyambut baik keputusan Indonesia dan menekankan bahwa negara ini memiliki posisi strategis di tingkat regional maupun global.
Rousseff menilai bahwa Indonesia dan NDB memiliki visi yang sejalan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
“Indonesia adalah negara yang sangat penting di kawasan ini, di dunia, dan bagi Bank BRICS. Karena kami adalah negara berkembang di pasar yang sedang tumbuh, dan penting bagi kami membangun aliansi seperti ini,” tuturnya.
Selain itu, Rousseff mengapresiasi langkah-langkah konkret yang telah diambil Indonesia dalam perencanaan pembangunan, terutama dalam sektor infrastruktur, konektivitas digital, dan transisi energi. Ia juga secara khusus memuji pencapaian Indonesia dalam pengembangan biofuel.
















































Discussion about this post